Nama: Dewangga Suryo Laksono
NPM: 50420363
Kelas: 2IA12
COMPUTER MEDIATED COMMUNICATION
Computer Mediated Communication (CMC) adalah istilah yang digunakan untuk melakukan komunikasi antar dua orang atau lebih yang dapat saling berinteraksi melalui komputer yang berbeda. Atau proses manusia berkomunikasi dengan via komputer, dengan melibatkan seseorang, dalam situasi konteks tertentu, dengan terlibat dalam proses untuk membentuk media sebagai tujuan.
Berkirim pesan melalui aplikasi chat, berbalas pesan di forum daring, dan berteman di media sosial adalah contoh sederhana dari CMC. Jenis komunikasi yang dilakukan dengan bantuan komputer ini sebenarnya sudah ada sejak masa perang dunia ke 2, bersamaan dengan ditemukannya komputer digital pada awal tahun 1960-an. Saat itu komputer hanya digunakan untuk mengirim data dan memproses informasi. Baru di tahun 1990- an muncul internet yang menjadi penjembatan komunikasi manusia yang terpisah jarak dan waktu.
Secara teoritis, CMC adalah proses komunikasi manusia melalui penggunaan 2 atau lebih komputer yang melibatkan manusia dalam konteks tertentu. CMC memelajari bagaimana perilaku manusia dapat dibentuk melalui pertukaran infromasi melalui media computer serta internet. Dengan adanya internet, komunikasi dapat terjadi secara bebas dan manusia bisa berkomunikasi secara interpersonal atau bahkan secara massa.
Perkembangan teknologi internet mengharuskan orang untuk menggunakan komputer sebagai media informasi. Membuat konvergensi Internet dibagi menjadi 3 bagian :
- Cyberspace
Cyberspace juga dapat diartikan sebagai suatu Imaginary Location (tempat aktivitas elektronik dilakukan ) dan juga menjadi sebuah massy virtual yang terbentuk melalui komunikasi yang terjalin dalam sebuah jaringan komputar (interconnected computer networks).
- Cybersociety
Di Indonesia, cyber society ditunjukkan oleh masyarakat dengan kebutuhan akan informasi yang tinggi. Walau hanya seputar kabar terbaru tentang para artis, sampai kebutuhan informasi ilmu pengetahuan, sosial, politik, dan lainnya. Sumber informasi pun menjadi semakin banyak dan sulit dikontrol, mulai dari pemberitaan media massa yang resmi dalam skala lokal dan nasional, sampai informasi berita melalui sosial media seperti twiter, facebook, instagram, whatsapp, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan filterisasi informasi yang berupa fakta, opini, atau hoax menjadi sangat sulit.
Kondisi itu akan berbeda jika cyber society dibentuk di atas civil society atau masyarakat madani. Dapat dibayangkan jika masyarakat yang mandiri secara mental, ekonomi, pendidikan, sosial, politik, dan hukum menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di kehidupannya. Tentu masalah-masalah yang timbul akibat human error dalam menggunakan TIK dapat diminimalisir.
- Cyberculture
Tidak ada komentar:
Posting Komentar